Sektor Transportasi Dominasi Investasi Kota Kediri

  

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mencatat realisasi investasi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp1,66 triliun. Nilai tersebut berasal dari 23 sektor usaha dengan total sebanyak 9.817 unit usaha yang beroperasi di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri Edi Darmasto menyebutkan bahwa kontribusi terbesar investasi berasal dari pelaku usaha yang melaporkan kegiatan penanaman modal dengan nilai mencapai Rp1,035 triliun atau sekitar 62 persen dari total investasi yang masuk.

Ia menjelaskan bahwa beberapa sektor usaha memberikan kontribusi investasi paling besar sepanjang tahun tersebut. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang investasi tertinggi. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan dan reparasi, disusul sektor perumahan, kawasan industri, serta perkantoran.

Selain itu, sektor jasa lainnya juga turut memberikan kontribusi signifikan terhadap nilai investasi yang masuk ke Kota Kediri. Sementara itu, sektor hotel dan restoran juga menjadi bagian dari sektor yang mendukung pertumbuhan investasi di daerah tersebut.

Edi menambahkan bahwa dari sisi jumlah unit usaha, struktur investasi Kota Kediri pada tahun 2025 menunjukkan keseimbangan antara sektor jasa, perdagangan, transportasi, serta properti. Kondisi tersebut juga berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja yang menunjukkan adanya dampak ekonomi secara nyata bagi masyarakat.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, realisasi investasi pada tahun 2025 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pertumbuhan investasi tercatat sekitar 7,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp1,54 triliun.

Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan investasi di sejumlah sektor. Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencatat peningkatan tertinggi dengan tambahan nilai sekitar Rp187,5 miliar. Sementara itu, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi meningkat sekitar Rp82,7 miliar.

Pertumbuhan investasi tersebut juga didukung oleh pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung yang menjadi akses utama menuju Bandara Dhoho Kediri sehingga turut meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Di sisi lain, usaha mikro dan kecil tetap memiliki peran penting dalam jumlah unit usaha serta penyerapan tenaga kerja dengan nilai investasi mencapai Rp627,6 miliar.

Untuk mendorong peningkatan investasi, Pemerintah Kota Kediri menerapkan sejumlah strategi, antara lain melalui penyederhanaan dan percepatan proses perizinan, memberikan pelayanan proaktif serta pendampingan kepada investor, hingga menyediakan data dan informasi mengenai peluang investasi.

Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan promosi dan kerja sama investasi, serta menyiapkan iklim usaha yang kondusif bagi para pelaku usaha.

Upaya lainnya dilakukan dengan membangun zona integritas dari predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), serta menjalankan enam kebijakan mutu pelayanan sesuai standar ISO 9001:2015.

Pemerintah Kota Kediri menargetkan capaian investasi sebesar Rp1,6 triliun pada tahun 2026. Sejumlah sektor diprioritaskan untuk mencapai target tersebut, di antaranya sektor meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE) yang berkaitan dengan program unggulan Kediri City Tourism (D’CITO), serta sektor transportasi, pergudangan, telekomunikasi, dan perdagangan.

Pemerintah optimistis target investasi tersebut dapat tercapai seiring dengan terus berkembangnya potensi ekonomi dan pembangunan infrastruktur di Kota Kediri.

(Red.EI)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama