Keluarga Masih Menanti Kebenaran di Balik Tragedi Kebakaran

  

NGANJUK – Kepergian Srikus Yanti (36) dan putrinya, Nayla Caira Qonila (5) meninggalkan duka mendalam bagi keluarga di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang. Tangis pecah di rumah duka saat para tetangga dan kerabat silih berganti datang menyampaikan belasungkawa. Suwarti, ibu mertua Yanti sekaligus nenek Nayla, terlihat terpukul menghadapi kehilangan yang begitu tragis.

“Rasa sayang saya pada Yanti seperti anak sendiri,” ucap Suwarti (58) sambil menahan air mata. Ia mengaku tak pernah menyangka menantu dan cucunya yang ceria harus pergi dengan cara yang begitu memilukan. Yanti dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul, penuh canda, dan hangat terhadap orang-orang di sekitarnya.

Suwarti menceritakan, selama ini Yanti tidak pernah menceritakan beban hidupnya. “Saya ingin diajak curhat, tapi Yanti nggak pernah cerita soal masalah hidupnya,” ujar Suwarti. Kehangatan hubungan keduanya tercermin dari percakapan sederhana sehari-hari. Yanti kerap menanyakan rencana hari esok atau pekerjaan sang ibu mertua dengan nada ringan dan akrab.

Sementara Nayla, bocah lima tahun, selalu menghadirkan senyum di wajah neneknya dengan permintaan sederhana, seperti jajan kecil setiap hari. Kini, semua itu hanya tinggal kenangan. Kehilangan cucu terasa begitu menyakitkan, dengan setiap sudut rumah menyimpan ingatan akan kebersamaan mereka.

Di tengah kesedihan, Suwarti memilih mengenang Yanti sebagai menantu yang baik dan penyayang, serta momen-momen sederhana yang pernah mereka lalui bersama. Ia enggan terlalu lama mengingat tragedi yang menimpa keduanya.

Keluarga berharap peristiwa tragis yang merenggut nyawa Yanti dan Nayla segera terungkap dengan jelas. Mereka ingin mengetahui kebenaran, agar kepergian ibu dan anak tersebut tidak meninggalkan pertanyaan yang tak terjawab.

(Red.EI)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama