Konflik Timur Tengah Memanas, 210 Warga Bandung Barat Masih Bekerja

  

BANDUNG BARAT – Sebanyak 210 warga Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tercatat masih bekerja di sejumlah negara Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan tersebut. Kondisi geopolitik yang memanas memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan para pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di wilayah itu.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bandung Barat, ratusan pekerja migran tersebut tersebar di beberapa negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Jordania.

Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Bandung Barat, Dewi Andani, menjelaskan bahwa sebagian besar pekerja masih terikat kontrak kerja sehingga belum dapat kembali ke Indonesia dalam waktu dekat.

Ia menyebutkan dari total 210 PMI yang tercatat dalam sistem pendataan pemerintah, sekitar 184 orang masih menjalani masa kontrak kerja di negara penempatan masing-masing.

Selain pekerja yang sudah berada di luar negeri, Disnaker Bandung Barat juga mencatat terdapat 26 calon pekerja migran yang masih dalam proses keberangkatan. Saat ini mereka sedang mengikuti pelatihan sebagai bagian dari persiapan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.

Meski situasi di Timur Tengah tengah memanas, hingga kini belum ada informasi resmi terkait penundaan keberangkatan bagi para calon pekerja migran tersebut.

Dewi juga mengungkapkan bahwa jumlah pekerja migran asal Bandung Barat yang berada di Timur Tengah kemungkinan jauh lebih besar dari data resmi. Hal ini disebabkan masih adanya pekerja yang berangkat melalui jalur nonprosedural atau ilegal sehingga tidak tercatat dalam sistem pendataan pemerintah.

Menurutnya, fenomena tersebut ibarat gunung es karena jumlah sebenarnya di lapangan diperkirakan lebih banyak dibandingkan dengan yang terdata secara resmi.

Untuk mengantisipasi potensi dampak konflik terhadap keselamatan para pekerja migran, Disnaker Bandung Barat terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memantau kondisi mereka di negara penempatan.

Hingga saat ini, pemerintah daerah menyatakan belum menerima laporan adanya pekerja migran asal Bandung Barat yang terdampak langsung oleh konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah daerah juga mengaku masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait langkah-langkah yang akan diambil apabila situasi keamanan di kawasan tersebut semakin memburuk, termasuk kemungkinan evakuasi atau pemulangan pekerja migran.

(Red.EI)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama